You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lokbin Abdul Gani Segera Direvitalisasi
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Lokbin Abdul Gani Segera Direvitalisasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat akan merevitalisasi Lokasi Binaan (Lokbin) Abdul Gani di Jalan Galur Raya, Kelurahan Galur, Johar Baru. Saat ini, kondisi lokbin tersebut sangat memprihatinkan.

Sekarang kondisinya jelek, becek dan kumuh, makanya mau kita bangun agar pedagang dan pembeli juga merasa aman dan nyaman

Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Pusat, Bangun Richard mengatakan, di lokasi tersebut saat ini tercatat sebanyak 369 pedagang. Lokasi berjualan yang sudah puluhan tahun belum pernah diperbaiki membuat kawasan terlihat sangat kumuh.

"Sekarang kondisinya jelek, becek dan kumuh, makanya mau kita bangun agar pedagang dan pembeli juga merasa aman dan nyaman, apalagi pasar tersebut masih cukup ramai tiap harinya," ujarnya, Senin (7/9).

75 PKL Ikut Sosialisasi Autodebet

Menurut Richard, lokbin tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an. Nantinya, di lokasi akan dibangun dengan model hanggar dengan biaya kurang lebih Rp 10 miliar.

"Sebelumnya pasar tersebut ada di UPT dinas baru diserahkan pengelolaanya ke sudin, makanya saat ini juga kita tengah pikirkan upaya relokasi, tapi pasar lokbin akan terus dibangun," ungkapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6896 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5679 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3487 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2131 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1896 personAnita Karyati